I Putu Airlangga Devassya Dhananjaya berhasil membawa karya film pendeknya berjudul Zavi: Miles for Miracle masuk dalam Official Selection Dadasaheb Phalke International Film Festival (DPIFF) 2026 di India
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh I Putu Airlangga Devassya Dhananjaya. Siswa kelas VII SMP Vidatra Bontang ini berhasil membawa karya film pendeknya berjudul Zavi: Miles for Miracle masuk dalam Official Selection Dadasaheb Phalke International Film Festival (DPIFF) 2026 di India.
Deva—sapaan akrabnya—mengungkapkan bahwa keikutsertaannya di ajang internasional tersebut berawal dari dorongan dan dukungan orang tua. Dengan keberanian dan keyakinan, ia mengirimkan karyanya untuk bersaing di panggung global.
Film bergenre drama tersebut mengisahkan perjuangan seorang ojek online muda yang menjadi tulang punggung keluarga setelah sang ayah meninggal dunia. Tokoh utama harus menghadapi realitas pahit: putus sekolah karena keterbatasan ekonomi dan memilih antara melanjutkan pendidikan atau menyelamatkan kondisi finansial keluarga. Cerita ini sarat nilai tentang tanggung jawab, keteguhan, dan pengorbanan seorang anak demi keluarga.
Sebelumnya, pada 24 Januari 2026 di Jakarta, Deva juga meraih penghargaan tingkat ASEAN dalam ajang Star Iconic Grand Honors Award 2026. Ia dinobatkan sebagai Most Visionary Iconic Professional of the Year 2026 kategori Iconic Young Visionary & Creative Digital Talent Award. Film Zavi: Miles for Miracle turut mendapatkan apresiasi dalam ajang tersebut.
Tak berhenti di dunia perfilman, Deva juga menunjukkan kiprahnya di industri musik internasional. Single perdananya berjudul Ketika Ada Ibu dengan nama panggung Fattah masuk nominasi di Hollywood World Entertainment Awards serta menjadi finalis di Los Angeles InterContinental Music Awards 2026 dalam kategori Best Newcomer, Best Music Artist Male, dan Best Pop Song. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada Maret mendatang.
Di luar dunia seni, Deva juga menorehkan berbagai prestasi akademik dan olahraga, di antaranya Gold Award IMSSLC 2025, Juara 1 Kejuaraan Taekwondo Wali Kota Bontang Open 2025, Juara 3 Koni Bayan Taekwondo Championship 2025, Juara 2 KSPN tingkat nasional, serta 1st Winner Best Favorite National English Olympiad Top Star Academy 2025.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah batas untuk berkarya dan berprestasi di tingkat dunia.